Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Penyuluhan Perikanan Bertujuan Meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha Perikanan.

Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP)

P2MKP Memberdayakan Pelaku Utama Perikanan dan Masyarakat.

Pelatihan Kelautan dan Perikanan

Meningkatkan keterampilan para pelaku utama kelautan dan perikananm.

AUTO MATIC FEEDER

Solusi Memberi Makan Ikan Menjadi Mudah Dan Tepat.

Friday, December 20, 2013

Peringatan Hari Nusantara dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kota Tegal

Tegal (20/12/2013). Dalam rangka meningkatkan kecintaan terhadap tanah air dan meningkatkan konsumsi makan ikan, Dinas Kelautan dan Pertanian Kota Tegal melaksanakan Peringatan Hari Nusantara dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Pendopo Kantor Walikota Tegal.

Sebanyak 16 sekolah yang terdiri dari  PAUD, TK dan SD yang berada di Kota Tegal diundang untuk meramaikan kegiatan. 
Wakil Walikota Tegal menyalami anak - anak dalam acara Peringatan Hari Nusantara dan GEMARIKAN

Dalam sambutannya Noor Fuady, selaku ketua panitia menyampaikan "kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Nusantara dan Memasyarakatkan makan ikan".

Selanjutnya Wakil Walikota Tegal, Habib Ali memberikan sambutan sekaligus membuka acara Peringatan Hari Nusantara dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kota Tegal. "Kita harus bangga menjadi warga negara Republik Indonesia, karena Indonesia merupakan negara yang kaya, mempunyai kekayaan alam yang melimpah terutama sumberdaya kelautan, dengan melimpahnya sumberdaya kelautan diharapkan masyarakat Indonesia terutama Kota Tegal banyak mengkonsumsi ikan baik segar maupun olahan." ujarnya. 

Ikan merupakan bahan pangan yang mempunyai keunggulan dibanding bahan pangan daging lain, diantaranya mempunyai kandungan protein yang tinggi, mempunyai kandungan Omega 3 yang sangat penting bagi pertumbuhan anak - anak serta dapat diolah menjadi berbagai macam olahan yang nikmat", tambah Habib Ali.

Untuk itu pada kegiatan ini disediakan berbagai macam olahan ikan yang dibuat oleh kelompok pengolah perikanan yang ada di Kota Tegal yakni Kelompok Maju Jaya, Kelompok Ulam Sari, dan Kelompok Harum Sari. Hidangan ini disediakan untuk anak - anak dan tamu undangan.

Selain menyampaikan mengenai hari Nusantara dan GEMARIKAN juga disampaikan mengenai bahayanya Narkoba bagi masyarakat terutama anak - anak dan remaja. Habib Ali menghimbau agar orangtua lebih menjaga anak -anaknya dan menjauhkan dari Narkoba. Apabila terlanjur terjerat Narkoba agar segera dimasukan ke Panti Rehabilitasi yang biayanya ditanggung oleh Pemerintah.

Diakhir sambutannya Wakil Walikota Tegal berpesan agar menjadikan ikan sebagai menu favorit keluarga.

Friday, December 13, 2013

Klasifikasi Alat Tangkap Menurut Beberapa Ahli

Teknik penangkapan ikan ialah teknik atau cara-cara mempergunakan alat penangkapan ikan (Ayodhyoa, 1981). Menangkap ikan membutuhkan peralatan dan teknik yang tepat untuk menangkap ikan, baik yang masih traditional maupun yang menggunakan teknologi moderen.
Penangkapan Ikan

Sedangkan yang dimaksud dengan alat penangkapan ikan adalah segala macam alat yang di pergunakan dalam proses penangkapan ikan  termasuk kapal, alat tangkap dan alat bantu penangkapan (Pranoto, 1997). Dengan peralatan dan teknik penangkapan yang tepat akan dapat menangkap ikan dengan hasil yang baik. 

Untuk mempermudah pengenalan dan mempelajari beberapa jenis alat penangkap  ikan ini, para ahli perikanan membagi atas beberapa golongan ditinjau dari :
  • Bahan pembuat alat penangkapan ikan
  • Cara penangkapan
  • Hasil tangkapan
  • Daerah penangkapan

Klasifikasi Alat Tangkap Menurut Y. IITAKA
Seorang ahli perikanan dari Jepang telah membagi cara penangkapan kedalam 3 (tiga) klasifikasi adalah sebagai berikut :
1. Fishing With Net Gear adalah penangkapan dengan menggunakan alat tangkap berupa jaring sebagai alat tangkap pokoknya. Contoh :

  • Purse seine
  • Gillnet
  • Payang
  • Lampara
  • Beach seine
  • Trawl
  • Trammel net
  • Stick held dip net

2. Fishing with line gear adalah penangkapan dengan menggunakan alat tangkap berupa tali dan pancing. Kadang-kadang digunakan juga joran atau gandar sebagai alat bantunya. Contoh :
  • Long line
  • Hand line atau pancing ulur
  • Trolling atau pancing tonda
  • Pole and line
3. Fishing with miscellaneous gear adalah penangkapan dengan menggunakan alat tangkap non jaring bukan tali. Contoh :
  • Bubu (terbuat dari bambu, kawat atau rotan)
  • Panah (terbuat dari kayu dan besi)
  • Harpun (terbuat dari besi dan tali serta kayu)
  • Sero (terbuat dari bambu atu batu)
  • Tombak (terbuat dari bambu, kayu dengan mata tombak dri besi)
  • Alat tangkap yang dalam penangkapannya dengan cara menyelam, memungut ataupun membacok.
Klasifikasi Alat Tangkap menurut  ANDREAS VON BRANDT
Seorang ahli perikanan dari Jerman Barat dalam usahanya untuk memudahkan pengenalan dan pemahaman berbagai jenis alat tangkap  membagi 15 klasifikasi alat tangkap sebagai berikut :
  1. Fishing without gear atau penangkapan tanpa alat ialah usaha penangkapan ikan maupun hasil laut lainnya yang pada prinsipnya tanpa menggunakan alat yang berarti, dan umumnya dilakukan oleh satu orang saja. Contoh : Memungut, jerat (untuk udang pengko), capit (untuk udang barong, menyelam, sosok dan tongkat (untuk menangkap kura-kura).
  2. Fishing with wounding gear atau penangkapan dengan menimbulkan luka pada ikan yang ditangkap. Contoh  :  Panah, tombak dan harpan, dll
  3. Fishing by stupefying atau penangkapan dengan cara memabukkan. Pada metode ini ikan-ikan dimabukkan terlebih dahulu sebelum dilakukan penangkapan atau pemungutan hasil. Contoh :  Dengan racun akar pohon tuba, bahan peledak, pengeruhan air dan menggunakan aliran listrik.
  4. Line fishing atau penangkapan dengan menggunakan tali dan pancing, atau kadang-kadang dibantu dengan tangkai / joran. Contoh : Hand line/pancing ulur, long line, pole and line, trolling line.
  5. Fishing with traps atau penangkapan dengan menggunakan perangkap. Contoh  :  Bubu, jermal.
  6. Fishing with areal traps atau penangkapan dengan menggunakan satu areal perairanContoh  :  Sero, sero batu, perangkap setengah lingkaran, jaring siang, dll.
  7. Fishing with bags with fixed mounth atau penangkapan dengan jaring berkantong dengan mulut tetap. Contoh  : Jaring tadah (filter net), jermal.
  8. Fishing with dragged gear, atau penangkapan dengan alat tangkap yang ditarik/diseret pada dasar perairan. Contoh  :  Trawl
  9. Seining atau penangkapan dengan jaring yang dilingkarkan setengah lingkaran terhadap pantai atau kapal. Contoh  : Beach seine / jaring kantong
  10. Fishing with surrounding net atau penangkapan dengan jaring yang dilingkarkan pada gerombolan ikan (dengan lingkaran penuh). Contoh  :  Payang, lampara, purse seine, encircling Gill Net
  11. Fishing with the drive in methods yaitu penangkapan yang dalam operasinya alat tangkap ditenggelamkan kemudian didorong dan dikendalikan. Contoh  :  Seser (untuk menangkap nener) dan sudu (menangkap udang)
  12. Fishing with life nets atau penangkapan dengan jaring angkat. Contoh  :  Bagan, ancho, bouke-ami (stick held dip net)
  13. Fishing with falling gear atau penangkapan menggunakan alat tangkap jaring dengan cara menjatuhkan alat tersebut untuk mengurung ikan. Contoh :  Jala (cash net), squid drop net
  14. Fishing with Gill Net atau penangkapan dengan Gill Net (jaring insang), dimana ikan tertngkap dengn cra terjerat pada bagian insangnya. Contoh  : Bermacam-macam Gill Net
  15. Fishing with tagle net, atau penangkapan dimana ikan yng tertangkap terbelit pada badan jaring. Contoh  : Trammel net
Klasifikasi menurut  NOMURA & YAMAZAKI
Cara penggolongan lain dari alat tangkap  dapat dibedakan atas 2 (dua) macam yaitu :
1. Berdasarkan hasil-hasil yang tertangkap, dibedakan atas 3 golongan, yaitu  :
  • Penangkapan ikan satu persatu : Penangkapan tanpa alat, Penangkapan dengan alat menimbulkan luka, Penangkapan dengan menggunakan line fishing
  • Penangkapan ikan yang tidak pandang jenis atau berhambur. Contoh : dengan cara memabukkan (stuefying methods)
  • Penangkapan kelompok-kelompok atau kumpulan ikan, Dalam golongan ini termasuk golongan lain dari klasifikasi A. Von Brandt yang termasuk golongan  a dan b tersebut di atas.
2. Berdasarkan keadaan alat tangkap pada saat operasi maupun cara pengoperasiannya dapat dibedakan menjadi 2 (dua) cara, yaitu :
  • Alat tangkap aktif yaitu alat tangkap yang dalam penggunaannya digerakkan secara aktif oleh penangkap. Contoh : Purse seine, Trawl, lampara, pole and line, trolling line, tombak, harpun, lampara dsar, dan lain-lain.
  • Alat tangkap pasif yaitu alat tangkap yang dalam penggunaannya dibiarkan pasif di dalm air, hingga ikan terperangkap/terjebak pada alat tersebut. Contoh : Gill Net, long line, sero, jermal, bubu, dan lain-lain

Thursday, December 12, 2013

Mengenal Peta Laut (Nautical Chart)

Map atau Peta ialah pemindahan bentuk lengkung bumi yang dipindahkan ke atas sebuah bidang datar. Secara umum map dan peta mempunyai pengertian yang sama, tetapi pada dasarnya mempunyai perbedaan – perbedaan yang sangat  prinsip.

Map yaitu  lebih menjurus kepada keadaan umum, keadaan daratan dan batas-batasnya secara geografis maupun politis. Map tidak dilengkapi dengan benda bantu navigasi dan tidak ada peruman – peruman, Sehingga tidak dapat digunakan untuk bernavigasi.

Peta Laut yaitu lebih menjurus ke hal-hal dan keterangan-keterangan yang dibutuhkan oleh Seorang navigator dalam hal menentukan posisi, jarak, haluan serta hal-hal yang menyangkut keselamatan bernavigasi di laut. Dengan sendirinya dilengkapi dengan benda bantu navigasi dan peruman - peruman.

Peta laut adalah peta yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dipakai untuk merencanakan suatu pelayaran baik di laut lepas pantai maupun diperairan umum. Peta laut merupakan salah satu alat bantu bernavigasi untuk keselamatan pelayaran. Teknologi navigasi termasuk membaca peta laut merupakan salah satu pengetahuan / kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh para calon jurumudi kapal penangkapan ikan.

Sehubungan dengan definisi dan pemakaiannya tersebut di atas, maka peta perlu dibedakan sesuai dengan sifat pemakaiannya ;
a. Peta laut ( Nautical Chart )
Peta Laut
 b. Peta Penerbangan ( Aeronautical Chart )
Peta Penerbangan
c. Peta Cuaca ( Weather Chart )
Peta Cuaca
d. Peta Bintang ( Star Chart )
Peta Bintang
Peta Laut merupakan gambaran sebagian permukaan bola bumi dalam bidang datar yang dipakai untuk suatu pelayaran baik di laut lepas maupun di peraiaran, seperti ; danau, Sungai, terusan dan lain-lainnya. Dengan kata lain peta laut merupakan peta yang dapat dipergunakan untuk berlalu lintas di atas air.

Pembagian Peta Laut menurut Skala
  • Peta Ikhtisar : Peta yang menggambarkan daerah yang luas dengan ukuran skala kecil 1: 1.000.000 atau lebih kecil. Dipergunakan terutama menunjukkan variasi, angin, arus, dan lain-lain.
  • Peta Haluan atau Peta Perantau : Peta dengan ukuran skala lebih besar yaitu  1 :  1 000 000 sampai dengan 1 : 600 000. Dipergunakan untuk pelayaran pada jarak yang jauh dari pantai atau untuk menarik garis haluan.
  • Peta Pantai : Peta dengan ukuran skala makin besar yaitu 1: 600.000 sampai dengan 1 : 100.000. Dipergunakan untuk pelayaran antara pulau- pulau ataupun pelayaran sepanjang pantai.
  • Peta Penjelas : Peta dengan ukuran skala 1  :  50 000 atau lebih besar. Dipergunakan untuk navigasi di selat-selat atau di air pelayaran sulit/sempit.
  • Peta Rencana : Peta dengan ukuran skala 1 :  50.000 atau lebih besar. Namun menggambarkan bandar-bandar, pelabuhan, tempat berlabuh. Dipergunakan oleh kapal yang akan menyinggahi atau menuju tempat - tempat tersebut. 
Semakin besar skala suatu peta, semakin banyak detail-detail perairan yang ditunjukkan secara teliti demi keselamatan navigasi.

Satuan Jarak di Laut
Satuan jarak yang dipergunakan dalam bernavigasi di laut adalah Mil Laut ( International Nautical Mile ). Panjang keliling lingkaran katulistiwa bumi adalah 40.070.368 meter, sedangkan panjang lingkaran derajah bumi sepanjang 40.003.423 meter. Panjang rata-rata keliling lingkaran – lingkaran besar di bola bumi adalah 40.000.000 meter.

Keliling busur lingkaran besar bola bumi tersebut adalah 360º atau dalam satuan menit menjadi sebesar 21 600 menit. Ukuran 1 mil laut sama dengan 1 menit busur lingkaran besar rata-rata sehingga panjang 1 mil laut adalah 40.000.000 meter dibagi 21.600 = 1.851,851 meter dibulatkan menjadi 1.852 meter.

Skala Grafik        
Untuk mengukur atau menjangka jarak dari suatu tempat ke tempat lain di peta laut dipergunakan skala grafik peta. Skala grafik terdapat di garis-garis tepian peta sepanjang derajah yang berada di kiri dan kanan peta dimana sepanjang garis tersebut tertera nilai-nilai busur suatu lintang dari daerah yang dipetakan. Skala grafik merupakan skala yang dipergunakan untuk menyatakan besarnya jarak di peta. Setiap 1 derajat busur lintang menyatakan jarak 60 mil laut, dan 1 menit busur lintang menyatakan jarak 1 mil laut. 

Mawar Peta             
Mawar peta selalu tertera disetiap peta laut ini merupakan busur lingkaran yang menyatakan arah dengan pernyataan notasi angka. Mawar peta mempunyai fungsi sebagai petunjuk arah dari suatu tempat ke berbagai tempat lainnya di areal yang dipetakan. Notasi angka adalah nilai-nilai arah yang dinyatakan dengan angka-angka busur derajat yang dihitung mulai dari 0º ( Utara ) ke arah kanan searah putaran jarum jam menuju 90º ( Timur ), 180º ( Selatan ), 270º ( Barat ), menuju 359 º dan kembali ke 0º ( Utara = 360º ).
Notasi angka sangat dominan dipakai dalam proses perhitungan-perhitungan untuk menentukan arah haluan kapal maupun arah baringan.

Hal utama yang harus ada di dalam peta laut ;
  1. Garis batas kedalaman harus nyata dan merata. Mengenai kedalaman air ini harus diberikan cukup jelas dan terperinci mengenai dalamnya air yang terkecil sampai pada yang terbesar.
  2. Sifat utama dari penerangan – penerangan navigasi yang utama, seperti ; suar, kapal suar, dan lain-lain harus ada. Demikian juga benda-benda darat, garis merkah, tempat-tempat labuh jangkar serta Tanda-tanda lainnya yang diperlukanharus ada.
  3. Bagian darat tidak hanya menuujukan sifat serta bentuk garis pantai saja, tetapi harus menyatakan pula apakah daratan itu landai, rata, berbukut, curam atau bergunung-gunung.
  4. Keterangan yang bertautan dengan arus – arus tertentu.
  5. Keterangan-keterangan peta pada umumnya harus ada.
  6. Kerangka- kerangka serta bahaya-bahaya navigasi yang lainnya.
Judul peta harus menggambarkan daerah yang dipetakan. Yang terpenting dalam keterangan ini antara lain skala, tahun percetakan, tahun survey, koreksi besar terakhir dan tahun koreksi kecil terakhir.

Peta dikatakan baik , artinya :
  1. Pemetaan harus dilakukan secara modern
  2. Peruman harus berdekatan dan merata tanpa ada tempat-tempat yang kosong.
  3. Garis batas kedalaman perairan harus ada dan nyata tidak terputus-putus 
  4. Keterangan-keterangan dan tanda-tanda yang diperlukan seorang navigator harus nyata dan jelas
  5. Garis pantai harus nyata, jelas, dan tidak terputus-putus
  6. Warna peta harus jelas, tiap peta diberi judul/title yang sesuai dengan daerah yang dipetakan.
  7. Kertas yang dipakai harus baik dan ukuran peta normal.
Semoga Bermanfaat...

Thursday, December 5, 2013

Mengenal BIOSECURITY Pada Kegiatan Budidaya Perikanan

Biosecurity didefinisikan sebagai suatu perangkat aturan, perlengkapan atau peralatan yang sangat penting untuk melakukan pencegahan, pengendalian dan pemberantasan  penyakit infeksi yang bisa menyebabkan kerugian besar secara ekonomi (Zavala, 1999).

Biosecurity didefinisikan sebagai suatu kemampuan untuk mencegah kerugian-kerugian yang ditimbulkan oleh penyakit melalui pemberantasan patogen penyebab penyakit beserta carriernya (Maria Haws et. al., 2001) .

Pentingnya menerapkan Biosecurity pada kegiatan perikanan adalah :
  • Adanya bakteri patogen dan bakteri yang merugikan di lingkungan/perairan
  • Kondisi lingkungan terus berubah
  • Food  Safety  bagi konsumen
  • Mencegah kerugian secara ekonomi akibat kegagalan panen
Apabila kita mengabaikan penerapan Biosecurity maka berbagai penyakit akan muncul, sebagai contoh :
1. Virus IHHNV ((Infectious Hypodermal and Haematopoietic Necrosis Virus)
Udang yang terkena Virus IHHNV
2. Taura Syndrome Virus
Udang yang terkena Taura Syndrome Virus
3. White Spot Syndrome Virus (WSSV)
Udang yang terkena WSSV
4. Infectious Myonecrosis Virus (IMNV)
Udang yang terkena IMNV
5. White Fesces
Kotoran udang menjadi putih akibat penyakit White Fesces
Penular penyakit ini dapat melalui udara, darat dan air. adapun yang berpotensi menyebarkan penyakit pada kegiatan perikanan diantaranya Manusia, Hewan, Peralatan, Kondisi Alam, dan Sistem.
A. Manusia
Mobilitas manusia sangat tinggi, bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Manusia merupakan carrier penyakit yang paling berbahaya. Oleh karena itu, semua yang terlibat dalam kegiatan budidaya baik langsung maupun tidak langsung, harus memperoleh informasi yang lengkap dan jelas mengenai biosecurity.
Aktivitas manusia yang tinggi di kolam meningkatkan penyebaran penyakit
Penerapan Biosecurity pada manusia :
1. Alas kaki dilepas dan diganti dengan perlengkapan khusus ketika memasuki daerah sensitif.
Penggantian alas kaki

2. Menggunakan pakaian khusus bila memasuki fasilitas sensitif
Pakaian khusus
3. Peralatan tidak steril tidak boleh berada di tambak
Sandal tidak boleh naik ke jembatan anco dan pematang tambak
 
B. Hewan
Hewan bisa masuk ke kawasan budidaya melalui :
  • Darat : kepiting, kodok, ular, ayam, kambing, bebek, angsa, unggas liar dan hewan liar lainnya.
  • Air : ikan liar, udang liar, crustaceae kecil, kepiting, ular, serangga air.
  • Udara : Burung, serangga, mikroorganisme yang terbawa angin atau aerosol.
Berbagai jenis hewan liar yang biasa masuk ke tambak
yang berpotensi menyebarkan penyakit
Penerapan Biosecurity untuk mencegah hewan liar masuk lahan budidaya:
1. Multiple Screening
Penerapapa Multiple Screening di Tambak
2. Crab Protecting Wall
Penerapan jaring pencegah kepiting
 3. Bird Scaring Line
Penerapan Bird Scaring Line di Tambak
C. Peralatan
Peralatan yang biasa digunakan di tambak
Setiap selesai menggunakan peralatan di tambak/lahan perikanan, peralatan tersebut harus dicuci dan dikeringkan.

D. Kondisi Alam
1. Lokasi pertambakan di bawah garis pasang surut, sehingga air pasang bisa masuk ke tambak dan ada potensi terjadi kontaminasi.
Air pasang tinggi bisa melimpas diatas tanggul tambak

2. Lokasi tambak berpasir, porous, sehingga bisa terjadi kontaminasi silang antar tambak atau antara tambak dengan kanal distribusi.

E. Sistem
Sistem budidaya terbuka (Open System) lebih besar kemungkinan terjadi kontaminasi, baik secara mikrobiologis maupun kimiawi. Carrier  bisa masuk ke dalam sistem melalui air.

Upaya Pencegahan kontaminasi penyakit :
1. Bak pencuci
Pembuatan bak pencuci sebelum masuk ke area tambak
2. Foot Bath dan Disinfectant
Penerapan Foot Bath dan Penyemprotan Disinfectant untuk mencegah kontaminasi bibit penyakit

Semoga Bermanfaat...

Sumber : Presentasi Wayan Agus Edy

Wednesday, November 13, 2013

MENGENAL PROBIOTIK

Probiotik adalah istilah yang digunakan pada mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek baik atau kesehatan pada organisme lain/inangnya. (wikipedia.com).

Probiotik adalah bakteri hidup yang diberikan sebagai suplemen makanan yang mempunyai pengaruh menguntungkan pada kesehatan pada manusia dan binatang, dengan memperbaiki keseimbangan mikroflora intestinal. Mikroflora yang digolongkan sebagai probiotik adalah yang memproduksi asam laktat terutama dari golongan Lactobacilli dan Bifidobacteria.

Istilah probiotik pertama kali dicetuskan untuk mendeskripsikan senyawa yang dihasilkan mikroorganisme yang dapat menstimulir pertumbuhan mikroorganisme lain. Definisi probiotik digunakan pada pemberian pakan ternak yang disuplementasi dengan mikroba pada tahun 1960 untuk membantu hewan ternak khususnya dalam saluran pencernaannya. Fuller (1999) menyatakan bahwa probiotik  adalah mikroorganisme yang bila dikonsumsi, baik dalam bentuk sel kering maupun produk fermentasi memberikan efek menguntungkan dengan memperbaiki sifat mikroflora indigenous. Selanjutnya definisi probiotik berkembang menjadi makanan suplemen berupa mikroba hidup yang memiliki keuntungan kepada manusia khususnya dalam keseimbangan mikroflora usus (Shortt, 1999). 

Definisi tersebut diperluas oleh paraahli dari Eropa dengan mempertimbangkan mekanisme probiotik selain yang diperantarai mikroflora usus. Probiotik adalah bahan pangan berupa mikroorganisme hidup yang mempunyai pengaruh menguntungkan terhadap kesehatan manusia. 

Definisi lain tentang probiotik adalah sediaan sel mikroba hidup atau komponen dari sel mikroba yang memiliki pengaruh menguntungkan terhadap kesehatan dan kehidupan inangnya (Salminen et al.,1999). Definisi tersebut memiliki implikasi bahwa probiotik tidak selalu harus berupa sel hidup karena telah terbukti bahwa probiotik dalam bentuk sel yang tidak hidup juga menunjukkan pengaruh positif terhadap kesehatan inang (Ouwehand dan Salminen, 1998). 

Probiotik sangat penting bagi tubuh karena menunjukkan peranan fisiologis yang penting dalam menjaga keseimbangan mikroflora saluran pencernaan sehingga terbentuk suatu ekosistem yang unik, yaitu terjadi interaksi yang kompleks yang bekerja secara sinergis dan antagonistis tergantung dari strain yang terlibat, jumlah dan aktivitas metaboliknya (Mattila-Sandholm et al., 1999) 

Sejumlah peneliti juga mengungkapkan beberapa pengaruh positif bagi kesehatan dari probiotik yaitu :

  1. Meningkatkan ketahanan terhadap penyakit infeksi terutama infeksi usus dan diare,
  2. Menurunkan tekanan darah/ antihipertensi,
  3. Menurunkan konsentrasi kolesterol serum darah,
  4. Mengurangi resiko lactose intolerance,
  5. Mempengaruhi respon imun,
  6. Memudahkan pencernaan,
  7. Menurunkan resiko terjadinya tumor dan kanker kolon dan
  8. Bersifat antimutagenik serta bersifat anti karsinogenik (Kusumawati, 2002). 

Beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan produk probiotik dengan pengaruh positif optimal bagi inangnya, diantaranya adalah :

  1. Spesies bakteri probiotik sebaiknya tidak bersifat patogen,
  2. Toleran terhadap asam dan garam empedu,
  3. Memiliki kemampuan menempel dan mengkolonisasi usus,
  4. Memiliki kemampuan untuk bertahan selama proses pengolahan dan selama waktu penyimpanan,
  5. Memiliki karakteristik sensor yang baik,
  6. Memiliki sifat antagonistik terhadap mikroba patogen enterik,
  7. Terbukti memiliki pengaruh menguntungkan bagi kesehatan inang,
  8. Produk probiotik diharapkan memiliki jumlah sel hidup yang besar 

Dalam kehidupan manusia sehari - hari probiotik berguna dalah :

  1. Membantu penyerapan nutrisi
  2. Dapat memproduksi vitamin
  3. melawan pertumbuhan bakteri jahat
  4. Berperan dalam ekosistem usus
Secara umum bakteri yang sering digunakan adalah Bifidobacterium, Bacillus  dan Lactobacillus.

Semoga Bermanfaat...


Sumber : www.wikipedia.com

Friday, November 8, 2013

PEMBUATAN EKADO IKAN

Ekado ikan adalah produk olahan hasil perikanan yang dibuat dari daging ikan cincang dengan penambahan tepung tapioka, telur dan bumbu-bumbu. Spesfikasi dari produk ini adalah adonan daging   ikan dibungkus dengan kulit pangsit dan dibentuk seperti kantong yang diikat bagian atasnya dengan daun kucai. Ekado Ikan merupakan produk beku yang siap untuk dihidangkan.

BAHAN BAKU DAN TAMBAHAN
Pada umumnya, bahan baku yang digunakan adalah ikan kembung atau ikan ekor kuning. Persyaratan bahan baku yang terpenting adalah kesegaran ikan tersebut. Bahan tambahan yang digunakan yaitu tepung tapioka, telur dan bumbu-bumbu serta kulit pangsit sebagai pembungkus. 

KOMPOSISI
Komposisi bahan bahan tambahan berdasarkan dari berat daging ikan (500 gram) sebagai berikut :
Bahan - bahan yang digunakan untuk membuat Ekado
CARA MEMBUAT
1. Buatlah fillet ikan dan buang kulitnya
Tahapan dalam membuat Fillet Ikan
2. Rendam fillet ikan dalam air es yang dibubuhi garam 2% (air : es : ikan = 2:1:1)
Fillet Ikan Direndam Dalam Air Es
3. Peraslah daging ikan dengan menggunakan kain saring / alat pengepres
4. Cincang kasar fillet ikan, kemudian ditimbang untuk menentukan bumbu.
Cincangan Kasar Daging Ikan
5. Potong-potong halus daun bawang, bawang bombay / bawang putih 
Bawang merah dicincang halus
6. Campurkan daging ikan dengan bumbu-bumbu : garam, gula, bumbu masak, merica, minyak wijen, tepung tapioka, dan telur 
Pencampuran Daging Ikan Dengan Bumbu
7. Tambahkan bawang putih / bawang bombay cincang dan daun bawang aduk sampai merata 
8. Ambil adonan setengah sendok makan, kemudian bentuk bulatan dan direbus dalam air mendidih. Setelah matang, tiriskan.

9. Bungkus dengan kulit pangsit, dan bentuklah seperti kantong ;
Pembungkusan Ekado
10. Ikatlah bagian atasnya dengan daun kocai
11. Bekukan secara I Q F (Individual Quick Freezing) usahakan tidak saling menempel, atau dapat langsung digoreng dalam keadaan beku dengan minyak panas, tetapi api jangan terlalu besar, sampai warna kuning kecoklatan.
Ekado yang siap santap

Semoga Bermanfaat...

Sumber: 1. Modul Pengolahan Hasil Perikanan BPPP Tegal
                2. Gambar diolah dari berbagai sumber

PENANGANAN IKAN DI TEMPAT PELELANGAN IKAN ( TPI )

PEMBONGKARAN IKAN DIKAPAL/TEMPAT PENDARATAN
Setelah kapal sampai di pelabuhan, sebaiknya ikan segera dibongkar dan dinaikkan ke darat. Pembongkaran dilakukan sepagi mungkin, untuk menghindari panas matahari yang dapat mempercepat proses pembusukan. Pembongkaran dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai mengakibatkan luka-luka pada ikan. Ikan besar diangkat satu persatu di masukkan keranjang / peti dan diangkut ke atas dengan derek. Ikan-ikan kecil disekop dengan hati-hati dimasukkan keranjang/peti, selanjutnya dinaikkan ke atas dek dan diangkut ke darat. Pengangkutan dari kapal ke darat  sebaiknya menggunakan sarana yang kokoh, dan aman, sehingga ikan tidak tertumpah ke laut.
Proses Bongkar Ikan Dari Kapal Nelayan
PENANGANAN IKAN DITEMPAT PELELANGAN IKAN
Tempat pelelangan ikan sebaiknya dekat dengan tempat pendaratan. Di tempat ini harus tersedia air bersih yang cukup untuk mencuci ikan, membersihkan lantai tempat pelelangan, mencuci peti/keranjang dan sarana lainnya. Jika ikan menunggu lama dalam pelelangan, sebaiknya ditutup dengan es atau terpal basah. Konstruksi lantai TPI dibuat miring sehingga air tidak tergenang dan lantai mudah dibersihkan. Saluran-saluran pembuangan air dan sistem drainase harus dibuat sebaik mungkin. 
Pada umumnya di lokasi TPI juga disediakan fasilitas untuk usaha peng-esan dan pengepakan ikan segar yang akan di kirim ke luar daerah. Dengan demikian diharapkan ikan segar dapat ditangani dengan cepat sehingga tidak terjadi proses kemunduran mutu. 
Ikan Yang Siap Lelang
Lokasi TPI sebaiknya dekat dengan jalan raya sehingga memudahkan transportasi dan memperlancar usaha distribusi ikan segar ke seluruh daerah.

Semoga Bermanfaat...

UNSUR - UNSUR DINAMIKA KELOMPOK

Kelompok  harus  bisa  produktif,  harus  bisa  menghasilkan  sesuatu, bermanfaat bagi anggotanya.  Agar kelompok  produktif,  kelompok  harus dinamis.  Untuk  bisa dinamis,  unsur-unsur  dinamika  sebagai kekuatan kelompok tersebut harus terpenuhi. Unsur-unsur dinamika kelompok tersebut adalah :

TUJUAN KELOMPOK
Tujuan  kelompok  dapat  diartikan  sebagai  gambaran  yang  diharapkan anggota yang akan dicapai oleh kelompok. Tujuan kelompok harus jelas dan  diketahui  oleh seluruh  anggota. Untuk  mencapai  tujuan kelompok tersebut  diperlukan  aktivitas bersama  oleh  para  anggota. Hubungan antara  tujuan  kelompok dengan  tujuan anggota  bisa  :
a)  sepenuhnya bertentangan,
b)  sebagian  bertentangan,
c)  netral,
d) searah  dan
e) identik.  
Dengan  demikian  bentuk  hubungan  ”a”  tidak  menguntungkan dan bentuk ”d” adalah yang paling baik.

STRUKTUR KELOMPOK
Struktur  kelompok  adalah  bentuk  hubungan  antara  individu-individu dalam kelompok  sesuai posisi dan peranan  masing-masing.  Struktur kelompok  harus sesuai/mendukung  tercapainya tujuan  kelompok. Yang berhubungan dengan struktur kelompok yaitu :
1. Struktur Komunikasi
Sistem komunikasi dalam kelompok harus lancar agar pesan sampai kepada seluruh anggota, komunikasi yang  tidak  lancar  akan menimbulkan ketidakpuasan  anggota, pada  gilirannya kelompok menjadi tidak kompak.
2. Struktur Tugas Atau Pengambilan Keputusan
Pembagian tugas harus merata dengan memperhatikan kemampuan, peranan,  dan posisi masing-masing anggota.  Dengan  demikian seluruh  anggota  kelompok ikut  berpartisipasi dan  terlibat,  sehingga dinamika kelompok harus semakin kuat.
3. Struktur Kekuasaan atau Pengambilan Keputusan
Kedinamisan  kelompok  sangat  erat  dengan  kecepatan  pengambilan keputusan selain harus  jelas  siapa yang  mengambil  keputusan  dan ketidak  cepatan (kelambatan) pengambilan  keputusan  menunjukkan lemahnya struktur kelompok.
4. Sarana Terjadinya Interaksi
Interaksi  di  dalam  kelompok  sangat  diperlukan  sedangkan  dalam struktur kelompok harus  menjamin kelancaran  interaksi,  kelancaran interaksi memerlukan  sarana  (contoh ketersediaan  ruang  pertemuan kelompok) dapat menjamin kelancaran interaksi antar anggota.

FUNGSI TUGAS
Fungsi  tugas  adalah  segala  kegiatan  yang  harus  dilakukan  kelompok dalam rangka mencapai tujuan. Secara keseluruhan fungsi ini sebaiknya  dilakukan  dengan  kondisi  menyenangkan,  dengan  kondisi  yang menyenangkan dapat menjamin fungsi tugas ini dapat terpenuhi.  Kriteria yang  dipergunakan  pada  fungsi  tugas  ini  terpenuhi  atau  tidak  adalah  terdapatnya:
  1. Fungsi memberi informasi, Dengan  kondisi  yang  menyenangkan  gagasan  yang  muncul  dan penyebarannya kepada anggota lainnya akan berjalan dengan baik
  2. Fungsi koordinasi, Dalam  kelompok  fungsi  koordinasi  ini  sangat  diperlukan  untuk mengatur  berbagai pola-pola  pemikiran/tindakan  agar  terjadi kesepakatan tindakan.
  3. Fungsi memuaskan anggota, Semakin  anggota  merasa  senang  dan  puas,  semakin  baik kekompakan kelompok.
  4. Fungsi berinisiatif, Kelompok  perlu  merangsang  dari  semua  anggota  untuk  bisa memunculkan  banyak inisiatif,  makin  banyak  muncul  inisiatif  makin kuat dinamika kelompok
  5. Fungsi mengajak untuk berpartisipasi
  6. Fungsi menyelaraskan

MENGEMBANGKAN DAN MEMBINA KELOMPOK
Mengembangkan  dan  membina  kelompok  dimaksudkan  sebagai  usaha mempertahankan  kehidupan  kelompok,  kehidupan  berkelompok  dapat dilihat dari adanya kegiatan.
  1. Mengusahakan/mendorong  agar  semua  anggota  kelompok  ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan kelompok. Dengan demikian rasa memiliki kelompok dari para anggotanya akan tinggi.
  2. Tersedianya fasilitas
  3. Mengusahakan/mendorong  menumbuhkan  kegiatan,  agar  para anggota bisa ikut aktif berperan.
  4. Menciptakan  norma  kelompok.  Norma  kelompok  ini  digunakan sebagai acuan anggota kelompok bertindak.
  5. Mengusahakan  adanya  kesempatan  anggota  baru,  baik  untuk menambah jumlah maupun mengganti anggota yang keluar.
  6. Berjalannya  proses  sosialisasi.  Untuk  mensosialisasikan  adanya anggota  baru  adanya  norma  kelompok  adanya  kesepakatan,  dan sebagainya.

KEKOMPAKKAN KELOMPOK
Kekompakan  kelompok  menunjukkan  tingkat  rasa  untuk  tetap  tinggal dalam  kelompok,  hal  ini  dapat berupa  :  loyalitas,  rasa  memiliki,  rasa keterlibatan, dan keterikatan. Terdapat enam faktor yang mempengaruhi kekompakan kelompok yaitu:
  1. Kepemimpinan Kelompok, Kepemimpinan kelompok yang melindungi, menimbulkan rasa aman, dapat menetralisir setiap perbedaan.
  2. Keanggotaan Kelompok, Anggota yang loyal dan tinggi rasa memiliki kelompok.
  3. Nilai Tujuan Kelompok, Makin  tinggi  apresiai  anggota  terhadap  tujuan  kelompok,  kelompok semakin kompak.
  4. Homogenitas Angota Kelompok, Setiap anggota tidak menonjolkan perbedaan masing-masing, bahkan harus merasa sama, merasa satu.
  5. Keterpaduan Kegiatan Kelompok, Keterpaduan anggota kelompok di dalam mencapai tujuan sangatlah penting. 
  6. Jumlah Anggota Kelompok, Pada umumnya, bila jumlah anggota kelompok relatif kecil cenderung lebih mudah kompak, dibandingkan dengan kelompok dengan jumlah anggota besar.

SUASANA KELOMPOK
Suasana  kelompok  adalah  keadaan  moral,  sikap  dan  perasaan bersemangat atau apatis yang ada dalam kelompok, suasana kelompok yang baik bila anggotanya merasa saling menerima, saling menghargai, saling mempercayai dan bersahabat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi suasana kelompok adalah
  1. hubungan  antar  anggota.  Hubungan  yang  mendukung  adalah hubungan yang rukun, bersahabat, persaudaraan;
  2. kebebasan berpartisipasi. Adanya kebebasan berpartisipasi, berkreasi akan menimbulkan semangat kerja yang tinggi; dan
  3. lingkungan fisik yang mendukung.

TEKANANAN PADA KELOMPOK
Tekanan pada kelompok dimaksudkan adalah adanya tekanan-tekanan dalam kelompok yang dapat menimbulkan ketegangan, dengan adanya ketegangan  akan  timbul  dorongan  untuk  mempertahankan tujuan kelompok.  Tekanan  kelompok  yan  cermat,  dan  terukur  akan  dapat mendinamiskan kelompok, bila tidak justru akan berakibat sebaliknya.

EFEKTIFITAS KELOMPOK
Efektifitas  kelompok  adalah  keberhasilan  dalam  melaksanakan  tugastugas  kelompok  dalam mencapai tujuan.  Semakin  banyak  tujuan  yang dapat  dicapai,  semakin  banyak  keberhasilan,  anggota  kelompok akan semakin  puas.  Bila  anggota  kelompok  merasa  puas  kekompakan  dan kedinamisan kelompok akan semakin kuat.

Semoga Bermanfaat...

Sumber : Razi, Fahrur.2011. Modul  Kunjungan  Pembinaan Kepada  Pelaku  Utama  dan  Pelaku  Usaha  Oleh Penyuluh  Kepada  Sasaran Perseorangan/Anjangsana  dan  Kelompok. Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Thursday, November 7, 2013

PENANGANAN IKAN DI KAPAL

Produk perikanan merupakan salah satu jenis pangan yang perlu mendapat perhatian terkait dengan keamanan pangan. Mengingat di satu sisi, Indonesia merupakan negara maritim terbesar di Asia Tenggara sehingga sektor perikanan memegang peranan penting dalam perekonomian nasional. Terutama dalam penyediaan lapangan kerja, sumber pendapatan nelayan dan sumber devisa negara. Selain itu, produk perikanan juga merupakan sumber protein hewani yang dibutuhkan oleh manusia. Namun di sisi lain, produk perikanan dapat menjadi media perantara bagi bakteri patogen dan parasit yang dapat menginfeksi manusia.

Penanganan ikan di atas kapal adalah segala upaya terhadap hasil tangkapan di kapal mulai dari tindakan awal sampai dengan penyimpanan yang bertujuan menjaga mutu ikan sesuai dengan standar yang diinginkan. Mutu ikan tidak dapat diperbaiki tetapi hanya dapat dipertahankan. Kerusakan atau penurunan mutu ikan dapat terjadi segera setelah ikan mengalami kematian, peristiwa ini terjadi karena mekanisme pertahanan normal ikan terhenti setelah ikan mengalami kematian. Adapun penyebab kerusakan ikan adalah bakteri, ensim dan reaksi kimia yang terdapat didalam tubuh ikan maupun lingkungan dimana ikan berada. Untuk menjaga mutu ikan hasil tangkapan, maka perlu penanganan yang baik sejak ikan diangkat dari alat tangkap, selama penyimpanan, dan pembongkarannya, sehingga ikan dapat sampai dikonsumen dengan mutu yang baik dan aman untuk dikonsumsi.

PENANGANAN IKAN DIATAS DEK
Lantai geladak dan setiap alat yang  di pakai dalam penanganan ikan segar harus di bersihkan sebelum di pakai. Setelah dinaikkan ke kapal, jika keadaan memungkinkan ikan segera disiangi (dikeluarkan isi perut dan insangnya) kemudian dicuci bersih dengan air laut. Umumnya penyiangan hanya di lakukan terhadap ikan-ikan yang berukuran besar; ikan-ikan kecil seperti lemuru dan kembung tidak praktis untuk di siangi di kapal.
Pencucian dilakukan dengan menggunakan air laut. Sisa-sisa darah dan sisa-sisa isi perut dihilangkan, demikian pula lendir-lendir yang ada. Selanjutnya jika keadaan memungkinkan, ikan disortir menurut jenis dan ukurannya dan masing-masing disimpan  di palka secara terpisah, baik didalam peti-peti maupun menggunakan rak yang terpisah. 
Pencucian Ikan Hasil Tangkapan
Selama bekerja di geladak, ikan perlu di lindungi dari sinar matahari dan hujan, misalnya dengan memasang tenda. Ikan yang bertumpuk banyak karena menunggu disiangi dapat di tutup dengan terpal basah. Geladak harus di cuci bersih setelah pekerjaan pencucican ikan selesai sebelum hasil tangkapan yang lain dinaikkan ke kapal.

PENYIMPANAN DI PALKA
Palkah untuk menyimpan ikan segar harus dibersihkan sebelum dimasuki ikan. Pekerjaan mengangkut ikan ke dalam palka harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak melukai ikan; melemparkan atau menuangkan ikan kedalam palkah atau menginjak ikan adalah praktek yang tidak baik.
Penyusunan ikan di palka dapat dilakukan dengan 4 cara, yaitu dengan menimbun (bulking), dengan bersusun lapis menggunakan rak / sekat datar (shelfving), dengan menggunakan peti-peti (boxing), dan dengan merendam ikan di dalam air dingin.
Penampang Palka Pada Kapal Ikan

A. Menimbun Ikan di Palka (Bulking)
Yang dimaksud dengan menimbun ialah menumpuk ikan di lantai palka tanpa menggunakan penyekat datar atau peti. Cara ini pada umumnya dilakukan dikapal ikan yang kecil dan palkanya rendah. Dasar palka terlebih dahulu dilapisi es setebal +15 cm (atau lebih tebal jika dinding palka tidak diisolasi). Ikan ditumpuk di atas lapisan es itu setebal 10-12 cm; di atasnya diberi lapisan es lagi, kemudian lapisan ikan; demikian seterusnya sampai tingginya cukup; lapisan paling atas adalah lapisan es.
Tinggi timbunan ikan sebaiknya tidak melebihi 60 cm. Penimbuanan yang lebih tinggi lagi dapat merusak ikan pada lapisan yang di bawah, karena menerima tekanan yang cukup besar. Biasanya setiap 1 ton ikan yang disimpan di palka dengan cara penimbunan memerlukan ruang palka yang bervolume  2- 2,5 m3

Penyimpanan Ikan Dalam Palka Dengan Cara Menimbun
B. Menyimpan Bersusun Lapis (Shelfing)
Cara penyimpanan ini umumnya di lakukan di kapal ikan yang palkanya cukup besar dengan tinggi palka >140 cm. Palka disiapkan dengan konstruksi khusus: di lengkapi dengan rak-rak vertikal dan horisontal yang hidup (dapat di lepas). Sekat-sekat vertikal berjarak 1 meter atau kurang, sedangkan sekat-sekat horisontal berjarak 20-35 cm. Biasanya rak-rak itu disusun membujur, di sisi kiri dan kanan, sedang ditengah-tengahnya dipakai sebagai lorong. Ikan disusun di atas rak-rak horisontal dengan diselimuti es. Ikan yang besar di susun membujur. 

Pemakaian rak-rak di palka ini dapat menghasilkan ikan yang lebih baik karena ikan tidak terlalu banyak menerima tekanan, tetapi diperlukan penanganan yang lebih banyak dan di perlukan ruangan yang lebih besar. Tiap 1 ton ikan memerlukan ruang palkah 3-4,5 m3  tergantung dari ukuran ikan.

C. Menyimpan Ikan Di Palka Dengan Peti (Boxing)
Peti untuk menyimpan ikan di kapal umumnya dibuat dari kayu atau plastik yang dirancang dengan ukuran yang disesuaikan dengan kemampuan manusia setempat, yaitu 20-30 kg. Ukuran yang labih besar dirancang untuk diangkut oleh 2 orang. Peti dari plastik lebih mudah dibersihkan. Peti kayu hendaknya dibuat dari papan yang diserut halus dan dengan sudut-sudut yang mudah di bersihkan. 
Cool Box Yang Ditempatkan di Kapal
Ikan di susun di dalam peti dengan di campur dan di selimuti es. Karena peti-peti itu akan di tumpuk di palka, maka pengisian ikan /es tidak boleh melebihi permukaan peti agar ikan tidak tertekan peti diatasnya. Dengan cara penyimpanan ini, tiap 1 ton ikan memerlukan ruang palka 2,5 - 3 m3.

D. Merendam Ikan Dalam Air Dingin
Palka ikan dibangun berupa tangki-tangki khusus untuk menampung air laut yang di dinginkan. Ikan direndam di dalam tangki-tangki tersebut sampai saat dibongkar di pelabuhan. Jika dilakukan dengan baik, cara ini menghasilkan ikan dengan mutu yang lebih baik; pendinginan berlangsung lebih cepat, ikan tidak menerima tekanan. Ikan-ikan besar seperti tuna dan ikan-ikan kecil seperti lemuru dan kembung dapat diperlakukan dengan cara ini. 

Air laut didinginkan dengan mesin pendingin yang sudah mulai dijalankan sejak kapal meninggalkan pelabuhan menuju daerah penangkapan, dengan maksud agar air sudah cukup dingin pada waktu hasil tangkapan pertama dinaikkan. Sering kali tangki-tangki diisi dengan sejumlah es sebelum kapal meninggalkan pelabuhan.

Sumber : Modul Penanganan Hasil Perikanan, BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...

KIMBIS Latih Pembenihan Ikan Lele Bagi Pembudidaya Ikan Lele Kota Tegal

Klinik IPTEK Mina Bisnis (KIMBIS) merupakan bentuk kelembagaan  pemberdayaan masyarakat  di pedesaan. Klinik IPTEK ini dapat dimanfaatkan untuk mengimplementasikan  berbagai program seperti: Program Peningkatan Kehidupan Nelayan (PKN), dukungan terhadap Program Industrialisasi Perikanan, Program peningkatan produksi perikanan, PUMP, PUGAR, dan berbagai program lainya untuk mendorong kehidupan ekonomi masyarakat di pedesaan. Klinik IPTEK Mina Bisnis memfasilitasi program-program tersebut melalui kegiatan asistensi dan pengawalan.

Untuk meingkatkan pengetahuan dan keterampilan para pembudidaya ikan lele di Kota Tegal, KIMBIS Kota Tegal bekerjasama dengan P2MKP Pandawa Fish Farm melaksanakan pelatihan pembenihan ikan lele secara tradisional dan intensif. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2013 bertempat di P2MKP Pandawa Fish Farm, Desa Pendawa Kec. Lebaksiu Kab. Tegal.
Peserta sedang melaksanakan praktek penyuntikan ikan
Pada kesempatan pelatihan ini hadir perwakilan dari Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBPSEKP), Penyuluh perikanan Kota Tegal dan Pengurus KIMBIS Kota Tegal.

Saat ini junlah pembenih ikan lele di Kota Tegal sangat sedikit sehingga untuk kebutuhan benih lebih banyak disuplai dari luar daerah. Sehingga diharapkan dengan dilaksanakannya pelatihan ini bisa menumbuhkan pembenih ikan lele di Kota Tegal.


Wednesday, November 6, 2013

PEMBUATAN SIOMAY IKAN

Siomai atau siomay adalah salah satu jenis dim sum. Dalam bahasa Mandarin, makanan ini disebut shaomai, sementara dalam bahasa Kanton disebut siu maai. Dalam dialek Beijing, makanan ini juga ditulis sebagai 燒麥, dan juga dibaca shaomai. Kulit siomai adalah serupa dengan kulit pangsit. Makanan ini konon berasal dari Mongolia Dalam.
Dalam masakan Indonesia terdapat berbagai jenis variasi siomai berdasarkan daging untuk isi, mulai dari siomai ikan tenggiri, ayam, udang, kepiting, atau campuran daging ayam dan udang. Bahan untuk isi dicampur dengan sagu atau tapioka. Di beberapa daerah, siomai tidak selalu dibungkus dengan kulit dari tepung terigu (kulit Pangsit).
Siomai biasanya disajikan dengan beberapa jenis bahan pelengkap. Pelengkap siomai yang biasa disajikan antara lain telur ayam rebus dan sayuran seperti kentang, peria dan kubis. Sebelum dihidangkan, biasanya siomai dan bahan pelengkapnya dikukus agar dapat disajikan dalam kondisi hangat.

Beikut resep pembuatan siomay ikan :

MEMILIH BAHAN BAKU
Untuk mendapatkan hasil olahan yang baik, dibutuhkan bahan baku / daging ikan yang masih segar.
Jenis ikan ( hasil perikanan ) yang baik untuk bahan baku antara lain :
- Udang
- Cumi – cumi
- Ikan tengiri
- Jenis ikan laut yang mempunyai tekstur lembut ( mudah dilumatkan )
Cumi-cumi, Ikan dan Udang
Ciri – ciri ikan ( hasil perikanan ) yang segar :
  1. Ciri – ciri udang segar : Badan utuh, Warna cermerlang, Bau segar merangsang
  2. Ciri – ciri cumi segar : Badan utuh, Warna cermerlang, Bau segar merangsang
  3. Ciri – ciri ikan segar : Badan utuh, Warna cerlang, Bau segar merangsang, Daging kenyal dan Insang berwarna merah segar
Ikan Segar
MEMBUAT PASTA IKAN
Yangdimaksud dengan pasta ikan adalah gaging ikan yang sudah dipisahkan dari duri, kulit kemudian dilumatkan shingga berbentuk seperti pasta.
1. Membuat pasta ikan dari udang :
  • Udang dipotong kepalnya, kemudian dikupas kulitnya.
  • Daging udang dicuci bersih kemudian dilumatkan dengan penggiling daging.
  • Hasil penggilingan daging udang disebut dengan “ Pasta “ yang merupakan bahan baku pembuatan “ Somay “.
2. Membuat pasta ikan dari cumi – cumi :
  • Daging badan cumi –cumi yang sudah dipisahkan dari kepala dan isi perut dipotong – potong.
  • Potongan daging badan cumi – cumi dicuci bersih kemudian dilumatkan dengan penggilingan daging.
  • Hasil penggilingan daging badan cumi – cumi disebut “ Pasta “ yang merupakan bahan baku pembuatan “ Somay “.
3. Membuat pasta ikan dari ikan :
Pasta Ikan
  • Ambil daging ikan dengan cara difillet.
  • Bersihkan daging ikan dari duri, daging merah dan sisa kotoran dicuci bersih.
  • Daging yang seudah bersih dilumatkan dengan penggilingan daging.
  • Hasil penggilingan daging ikan disebut “ pasta “ yang merupakan bahan baku pembuatan “ Somay “.
MEMBUAT ADONAN DAN MEMASAK SIOMAY
A. Bahan yang diperlukan untuk 1 (satu) resep adonan :
Bahan yang digunakan untuk membuat siomay
B. Memasak adonan somay :
  • Bumbu ( bawang putih, garam )dihaluskan
  • Campurkan pasta ikan, telor diaduk sampai merata, tambah tepung tapioka dan tepung terigu. Bila diperlukan tambahkan air panas seikit demi sedikit secukupnya sehingga adonan tidak terlalu lembek dan todak terlalu kering.
  • Adonan dibentuk menjadi bola – bola kecil sebesar bola ping pong ( sesuai selera ).
  • Bola – bola adonan dimasak dengan cara dikukus sampai matang ( + 30 menit ).
Langkah - langkah pembuatan siomay
C. Membuat Kuah Siomay, Bahan yang diperlukan untuk kuah siomay diantaranya :
Bahan - Bahan Kuah Siomay
D. Cara membuat :
  • Kacang tanah digoreng kemudian dihaluskan.
  • Cabe merah, bawang putih, bawang merah dihaluskan, kemudian ditumis.
  • Masukan kacang yang sudah dihaluskan, tambahkan air gula merah dan garam secukupnya
  • Kuah siap disajikan.
Bumbu kacang siomay
PENYAJIAN
  • Somay yang sudah dimasak ditata dalam piring, dapat ditambah ketang rebus, tahu rebus dan kol rebus.
  • Tatanan somay dalam piring disiram dengan kuah somay.
  • Untuk penyedap ditambah bawang goreng.
Siomay yang siap saji

Semoga Bermanfaat...

Tuesday, November 5, 2013

ADMINISTRASI KELOMPOK

Kesan  pertama  yang  terlihat  pada  suatu   kelompok  pelaku  utama yang  baik,  adalah  pengelolaan administrasi  yang  baik.  Sehingga kemampuan  melaksanakan  administrasi  dengan  baik  perlu  dibina terus sampai mereka terbiasa melakukannya.

Untuk  dapat  mengetahui  keberadaan  kelompok  dan  tingkat  maju mundurnya kelompok, dokumentasi kelompok yang berupa pembukuan atau administrasi  kelompok  perlu  disusun.  Beberapa  buku  yang harus  dibuat adalah :

  1. Buku Data Anggota;
  2. Buku Kas;
  3. Buku Inventaris Barang;
  4. Buku  Notulen;
  5. Buku  Kehadiran  Peserta  Rapat;
  6. Buku  Agenda Surat;
  7. Buku  Tamu;
  8. Buku  Rencana  Kegiatan;
  9. Buku  Kegiatan Usaha;
  10. Buku  Pola  Tanam/Tebar.
Contoh  format  buku-buku  diatas seperti pada tabel d.ibawah ini :

BUKU DATA ANGGOTA
A. Format Buku Data Anggota Kelompok Pembudidaya Ikan
 Contoh Buku data anggota kelompok pembudidaya ikan
B. Format Buku Data Anggota Kelompok Penangkapan Ikan
Contoh Buku data anggota kelompok penangkapan ikan/nelayan
C. Format Buku Data Anggota Kelompok Pengolahan Ikan
Contoh Buku data anggota kelompok pengolah ikan
D. Format Buku Data Anggota Kelompok Gabungan
Contoh Buku data anggota kelompok gabungan (KUB)
BUKU KAS
A. Format Buku Kas Harian
Contoh Buku Kas Harian
B. Format Buku Kas Bulanan
Contoh Buku kas bulanan
BUKU INVENTARIS BARANG
Contoh buku inventaris barang
BUKU NOTULEN
Contoh Buku notulen
BUKU KEHADIRAN PESERTA RAPAT
Contoh Buku kehadiran peserta rapat/kegiatan/pertemuan
BUKU ANGENDA SURAT
Contoh Buku agenda surat
BUKU TAMU
Contoh Buku tamu
BUKU RENCANA KEGIATAN
Contoh Buku rencana kegiatan
BUKU KEGIATAN USAHA
Contoh Buku kegiatan usaha
BUKU POLA TANAM/TEBAR
Contoh Buku Pola Tanam/Tebar

Semoga Bermanfaat...