Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Penyuluhan Perikanan Bertujuan Meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha Perikanan.

Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP)

P2MKP Memberdayakan Pelaku Utama Perikanan dan Masyarakat.

Pelatihan Kelautan dan Perikanan

Meningkatkan keterampilan para pelaku utama kelautan dan perikananm.

AUTO MATIC FEEDER

Solusi Memberi Makan Ikan Menjadi Mudah Dan Tepat.

Monday, September 30, 2013

Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP)

Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) adalah lembaga pelatihan/permagangan di bidang kelautan dan perikanan yang dibentuk dan dikelola oleh pelaku utama maju di bidang kelautan dan perikanan baik perorangan maupun kelompok. P2MKP merupakan wujud partisipasi dan keswadayaan masyarakat ikut mengembangkan SDM melalui pelatihan dari, oleh dan untuk masyarakat.
Salah Satu P2MKP di Kabupaten Ciamis

Pelaku utama yaitu pembudidaya ikan, pengolah hasil perikanan, dan nelayan sangat memerlukan peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan. Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelatihan lingkup Badan Pengembangan SDMKP Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berjumlah 6 unit tersebar di   Medan, Subang, Tegal, Banyuwangi, Bitung, dan Ambon belum sebanding dengan jumlah pelaku utama yang harus dilatih yang diperkirakan 6 juta orang, sehingga Badan Pengembangan SDMKP melalui Pusat Pelatihan  Kelautan dan Perikanan mendorong pembentukan dan pengembangan P2MKP.
Pembentukan dan pengembangan P2MKP adalah upaya-upaya untuk meningkatkan status kelembagaan terhadap kemampuan dan keswadayaan pelaku utama dalam menyelenggarakan pelatihan yang ada, menjadi lembaga pelatihan yang lebih operasional dengan meningkatnya status dan peranannya bagi masyarakat.  Pembentukan dan pengembangan P2MKP melalui proses identifikasi, registrasi dan penetapan, klasifikasi P2MKP, pembinaan, pembentukan Forum Komunikasi P2MKP (Forkom P2MKP), dan monitoring, evaluasi dan pelaporan secara terencana, tersistem, terpadu dan berkesinambungan oleh pemangku kepentingan (stakeholder) baik pemerintah (Pusat, Propinsi, Kabupaten/Kota) maupun masyarakat. Hal tersebut ditujukan  agar kelembagaan P2MKP dapat dikelola secara lebih baik, sarana prasarana dan ketenagaan ditingkatkan, pelatihan yang terstandar dapat diselenggarakan, usaha dan jejaring kerja ditingkatkan, dan secara formal diakui status dan peranannya oleh masyarakat.
Di bidang pertanian, Kementerian Pertanian sejak lama telah membina P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya) sebagai lembaga pelatihan kewirausahaan masyarakat di bidang pertanian yang identik dengan P2MKP di bidang kelautan dan perikanan. Kementerian Pertanian mengatur pembinaan tersebut dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 03/Permentan/ PP.410/1/2010 tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Pelatihan Pertanian Swadaya (P4S), sedangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menetapkan peraturan tersendiri tentang Pembentukan dan Pengembangan P2MKP. 
Melalui identifikasi P2MKP yang serempak dan tersistem, diperkirakan animo calon P2MKP lebih banyak karena unit produksi  bidang kelautan dan perikanan sangat variatif.  Secara de facto, lembaga pelatihan kewirausahaan kelautan dan perikanan yang dikelola masyarakat yang akan ditetapkan sebagai  P2MKP sudah tumbuh. Sudah saatnya, mereka diberikan pembinaan secara terencana, tersistem, terpadu serta berkesinambungan.
Peran P2MKP sangat dibutuhkan dalam rangka (a) efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pelatihan di kawasan Minapolitan sebanyak 47.000 orang tahun 2011-2014 sementara UPT pelatihan yang ada 6 unit;   (b) meningkatkan pencapaian target pelatihan Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan target latih di P2MKP; (c) bentuk pembinaan bagi lembaga pelatihan kewirausahaan masyarakat di bidang kelautan dan perikanan.

Kunjungan Anggota DPR - RI Ke P2MKP Mina Pantura (Lele Sistem Bioflok)

Dengan semakin menurunnya hasil tangkapan ikan dari laut dan terbatasnya lahan untuk budidaya ikan, maka dituntut adanya innovasi dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan seiring dengan pertambahan penduduk yang semakin pesat. Budidaya ikan lele dengan sistem Biofloc merupakan salah satu inovasi dalam rangka pemenuhan kebutuhan protein disamping juga sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Biofloc berasal dari kata Bios yang artinya kehidupan dan Floc (Flock) berarti gumpalan, jadi sistem Biofloc adalah sistem budidaya ikan dengan memanfaatkan bakteri untuk menguraikan senyawa nitrogen anorganik (terutama amoniak yang bersifat racun bagi ikan) didaur ulang menjadi protein sel mikroba dengan bantuan aerasi maka akan membentuk gumpalan sehingga dapat dimakan oleh biota pemakan detritus antara lain ikan lele, nila dan udang.

Budidaya lele dengan sistem Biofloc ini juga telah menarik perhatian anggota DPR-RI Komisi II (Mantan Ketua Komisi IV bidang pertanian, perikanan dan kehutanan) Drs. H. Akhmad Muqowam, sehingga pada hari minggu, 22 September 2013 telah melakukan kunjungan ke P2MKP Mina Pantura Desa Gebang Kerep Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah. 

Setelah melihat kegiatan budidaya lele sistem Biofloc, dalam sambutannya Muqowam menyampaikan bahwa ketahanan pangan itu ada dua yakni ketahanan pangan dari hasil produksi sendiri dan ketahanan pangan dari beli atau import. Ketahanan pangan dari produksi sendiri inilah yang disebut dengan kedaulatan pangan dan sudah saatnya masyarakat mengubah pola pikir dari ketahanan pangan menjadi kedaulatan pangan.

Tuesday, September 10, 2013

Teknik Pemilihan Metode Penyuluhan

Dalam memilih metode penyuluhan perlu dipertimbangkan hal - hal sebagai berikut :
a. Tujuan kegiatan penyuluhan yang akan dicapai



b. Karakteristik sasaran
     Salah satu karakteristik sasaran yang perlu dipertimbangkan adalah tingkat adopsi sasaran dalam menerima/memahami sesuatu yang baru diketahui/belum lama diketahui.
Karakteristik lainnya :
- Pendidikan 
- Kondisi Sosial Budiya 
- Tingkat ekonomi keluarga 
- Pengalaman usaha perikanan 
- Status dalam masyarakat/adat 
- Kepemimpinan/ ketokohannya  dalam kelompok 
- Kemampuan berkomunikasi 

Perlu diketahui adopsi adalah Proses perubahan mental yang terjadi pada diri seseorang ketika menerima atau mengetahui sesuatu/inovasi yang baru baginya. berikut tahapan adopsi inovasi pada diri seseorang :
Tahap Adopsi Inovasi Pada Seseorang

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi adopsi dan difusi inovasi pada seseorang, yakni :
- Keuntungan relatif lebih tinggi
- Cocok dengan nilai2 atau kebiasaan yg telah ada ( compatibility tinggi )
- Mudah diterapkan
- Mudah dicoba
- Dapat dilihat hasilnya

Sehingga perlu diperhatikan pemilihan metode penyuluhan agar sesuai dengan tahap adopsi.

Hubungan Tingkat Adopsi dan Penggunaan Metode Penyuluhan

c. Karakteristik Penyuluh Perikanan
    Pemilihan metode penyuluhan tergantung kepada karakteristik dari penyuluh perikanan itu sendiri diantaranya :
- Kemampuan beradaptasi dengan sasaran penyuluhan 
- Kemampuan menciptakan iklim untuk  belajar mengajar diantara sesama anggota pelaku utama 
- Rasa tanggung jawab yg tinggi 
- Rasa pengabdian 
- Idealisme untuk bekerja 
- Mau memikirkan orang lain tidaknya 
- Kekuatan, keterbukaan dan kelemahannya 
- Kemampuan menganalisis masalah 
- Kepekaan terhadap perasaan orang lain
- Kemampuan meyakinkan dan memperlakukan orang lain
- Menyadari bahwa segala suatu perubahan akan berdampak positif atau negatif terhadap pelaku utama 
- Pengalaman kerja, tingkat pendidikan dan jabatan fungsional nya 
- Penguasaannya terhadap berbagai metoda penyuluhan 
- Ketersediaan sarana/prasarana penyuluhan 
  
    Keberhasilan penyuluh dalam penyelenggaraan penyuluhan, khususnya dalam menerapkan metoda penyuluhan yg tepat juga ditentukan oleh sikapnya antara lain :
- Bakat, kemampuan meyakinkan pihak lain
- Adaptasi, kemampuan menyesuaikan diri dengan masyarakat
- Rendah hati, optimis dlm bekerja
- Peduli terhadap hal yg terjadi
- Positif dan antusias dlm berfikir
- Inisiatif dlm melaksanakan tugas
- Human relation tinggi
- Publik relation tinggi
- Kecakapan mengajar
- Kecakapan berbicara, orang lain paham yg dibicarakan

d. Karakteristik daerah/wilayah
     Penerapan metode penyuluhan perlu memperhatikan karakteristik daerah/wilayah yang akan dilaksanakan penyuluhan, sehingga kegiatan penyuluhan dapat dilaksanakan dengan baik tanpa terganggu oleh keadaan wilayah tersebut.

Karakteristik Wilayah/Daerah

e. Materi penyuluhan
        Pemilihan metode penyuluhan perlu diperhatikan agar sesuai dengan sifat materi yang akan disampaikan oleh penyuluh.

Hubungan sifat materi dengan penggunaan metode penyuluhan

f. Sarana dan biaya yang tersedia
        Ketersediaan sarana dan biaya untuk kegiatan penyuluhan secara tidak langsung dapat mempengaruhi penggunaan metode panyuluhan yang akan dilakukan.
- Sarana kegiatan penyuluhan
- Sarana/fasilitas penyuluh
- Pembiayaan penyuluhan


"TIDAK ADA SATU PUN DARI BANYAK METODA PENYULUHAN
YANG EFEKTIF. KOMBINASI PENGGUNAAN BERBAGAI MACAM
METODA PENYULUHAN ADALAH HAL YANG DAPAT MENINGKAT
KAN EFEKTIFITAS PENERAPAN METODA PENYULUHAN"



Wednesday, September 4, 2013

Bursa Kerja Kelautan dan Perikanan 2013

Untuk kali ketiga Kementerian Kelautan dan Perikanan melaksanakan Bursa Kerja Kleautan dan Perikanan yang bekerjasama dengan perusahaan - perusahan yang bergerak pada bidang kelautan dan perikanan. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung SME Tower (SMESCO), pada tanggal 28 - 29 Oktober 2013.


Untuk keterangan lebih lanjut bisa klik disini

Penumbuhan Kelompok Pelaku Utama/Pelaku Usaha Perikanan

Tumbuh dan berkembangnya kelompok - keolompok dalam masyarakat, umumnya didasarkan atas adanya kepentingan dan tujuan bersama, sedangkan kekompakkan kelompok tersebut tergantung pada faktor pengikat yang dapat meningkatkan keakraban individu - individu yang menjadi anggota kelompok.

Penumbuhan kelompok dapat dimulai dari kelompok/organisasi sosial yangsudah ada dimasyarakat yang selanjutnya melalui kegiatan penyuluhan perikanan diarahkan menuju bentuk kelompok yang semakin terikat oleh kepentingan dan tujuan bersama dalam meningkatkan produksi dan pendapatan dari usaha yang dilakukan.
Kelompok Pelaku Utama Perikanan

Dalam penumbuhan kelompok perlu diperhatikan kondisi - kondisi kesamaan kepentingan, sumberdaya alam, sosial ekonomi, keakraban, saling mempercayai dan keserasian hubungan antara pelaku utama, sehingga dapat merupakan faktor pengikat untuk kelestarian kehidupan berkelompok, dimana setiap anggota kelompok dapat merasa memiliki dan menikmati manfaat sebesar - besarnya yang ada dalam kelompok.

Prinsip Penumbuhan
Prinsip penumbuhan kelompok pelaku utama kelautan dan perikanan antara lain :
1. Prinsip Kerakyatan dan Keberpihakan
2. Prinsip Kemandirian
3. Prinsip Kemitraan dan Kerjasama
4. Prinsip Bertahap dan Berkelanjutan
5. Prinsip Partisipatif
6. Prinsip Keterbukaan
7. Prinsip Kesetaraan

Unsur - Unsur Penumbuhan
Dalam penumbuhan suatu kelompok beberapa unsur yang penting diperhatikan antara lain :
  1. Adanya saling mengenal dengan baik antara sesama anggotanya, akrab dan saling percaya mempercayai.
  2. Mempunyai pandangan dan kepentingan yang sama dalam berusaha.
  3. Memiliki kesamaan dalam hal : tradisi/kebiasaan, pemukiman, jenis usaha, hamparan, jenis alat tangkap/kapal.
  4. Keanggotaan setiap kelompok berkisar 10 – 25 orang.
  5. Memiliki motivasi untuk berkembang.
Langkah - langkah Penumbuhan Kelompok
Kelompok dapat terbentuk dengan sendirinya (tanpa bantuan pihak luar) dan dapat pula terbentuk dengan bantuan pihak luar, sehingga agar pelaku utama dapat membentuk kelompok, perlu adanya rangsang dan motivasi, antara lain dengan cara-cara berikut : 
  1. Memberikan penerangan mengenai keuntungan membentuk kelompok, melalui ceramah, diskusi, tanya-jawab, pemutaran film/slide, siaran televisi, penyebaran brosur/leaflet dan lain-lain.
  2. Mengajak para pelaku utama untuk mengunjungi kelompok-kelompok lain yang sudah berhasil.
Penyuluhan dalam rangka penumbuhan kelompok

Dalam pelaksanaan penumbuhan kelompok, dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1. Identifikasi potensi
        Petugas/tenaga pendamping mengamati dan meneliti apakah ada pelaku utama dan pelaku usaha bidang perikanan yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi suatu kelembagaan kelompok pelaku utama antara lain:
  • Keberhasilan kegiatan usahanya dalam beberapa musim atau tahun.
  • Sering atau berani mencoba sesuatu teknologi baru.
  • Hubungan dengan aparat desa, Instansi/Dinas, lembaga lain, tokoh masyarakat, Penyuluh atau pembina lainnya, cukup baik untuk berkonsultasi atau dalam rangka mencari sesuatu informasi yang berhubungan dengan pembangunan perikanan.
  • Mau dan mampu melaksanakan serta  mengembangkan program Pemerintah.
2. Pelaksanaan penumbuhan:
  • Koordinasi dengan pemerintah setempat, tokoh masyarakat dan kontak pelaku utama yang ada wilayah kerja penyuluhan untuk terlaksananya pertemuan para pelaku utama.
  • Musyawarah penumbuhan kelembagaan kelompok pelaku utama
  • Pengukuhan kelembagaan kelompok pelaku utama 
Bila semua pelaku utama bekerja secara sendiri-sendiri tentu saja tidak akan mampu mengembangkan usaha dengan baik. Namun setelah digabung dalam kelompok dan masuk dalam wadah kelembagaan kelompok maka berbagai keunggulan dan keuntungan pasti akan diperoleh, misalnya mudah mendapatkan modal usaha, dapat bermitra dengan lembaga  keuangan serta mempermudah dalam akses pemasarannya. 
Dengan manfaat berlembaga cukup besar dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pelaku utama dan masyarakat bidang kelautan dan perikanan.

Dalam rangka penumbuhan kelompok pelaku utama bidang kelautan dan perikanan melalui pengelompokan yang antara lain dapat dibagi   ke dalam:
1. Kelembagaan Pelaku Utama berdasarkan JENIS USAHA
2. Kelembagaan Pelaku Utama Berdasarkan SKALA USAHA
3. Kelembagaan Pelaku Utama Berdasarkan STATUS USAHA
4. Kelembagaan Pelaku Utama Berdasarkan KOMODITAS UTAMA
5. Kelembagaan Pelaku Utama Berdasarkan TEMPAT TINGGAL/ DOMISILI

Pengukuhan adalah suatu proses peningkatan kemampuan melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif, penumbuhan motivasi, pengembangan potensi, pemberian peluang, peningkatan kesadaran, dan pendampingan serta fasilitasi. Dengan pemberdayaan tersebut bertujuan sumber daya manusia yang berkualitas, andal, serta berkemampuan manajerial, kewirausahaan, dan kelembagaan bisnis perikanan sehingga pembangunan perikanan mampu membangun usaha dari hulu sampai dengan hilir yang berdaya saing tinggi dan mampu berperan serta dalam melestarikan prinsip pembangunan yang berkelanjutan. Salah satu upaya dalam pemberdayaan  kelembagaan kelompok pelaku utama adalah melalui kegiatan fasilitasi dalam pengukuhan dan pengakuan terhadap kelembagaan kelompok.

Pengukuhan dan atau pengakuan terhadap kelembagaan kelompok pelaku utama merupakan salah satu bentuk penghargaan atas karya dan prestasi kelompok yang telah dicapai dan merupakan kebanggaan bagi para anggota kelompok. Kegiatan ini diharapkan akan tumbuh motivasi yang lebih besar dari para anggota kelompok untuk belajar lebih giat, bekerja lebih erat dan berusaha lebih efektif dalam usaha menigkatkan produksi dan pendapatannya.Adapun tujuan dari pelaksanaan pengukuhan kelompok antara lain:
  1. Tumbuh dan berkembangnya rasa bangga kelompok sebagai prinsip belajar dan kerjasama untuk meningkatkan produksi dan pendapatan.
  2. Tumbuh dan berkembangnya dinamika kelembagaan dalam berorganisasi untuk memanfaatkan peluang ekonomi.
  3. Terciptanya metode pemberdayaan, bimbingan, dan pelayanan yang sesuai dengan tingkat kemampuan   kelompok pelaku utama.

sumber : Modul Dikdas Jabfung Penyuluh Perikanan Tingkat Ahli