Tuesday, October 14, 2014

Mengoperasikan Mesin Penggerak Perahu (Motor Tempel)

Berbagai jenis mesin penggerak perahu yang digunakan oleh nelayan dalam melaksanakan usahanya yang saat ini, mulai dari merk mesin hingga variasi daya yang dihasilkan oleh mesin itu sendiri dengan berdasarkan lama waktu penangkapan dan ukuran perahunya.
Salah satu contoh motor tempel perahu
Untuk mengupayakan agar masa pemakaian mesin sesuai dengan masa perbaikan (service) maka dalam pengoperasian adalah factor yang sangat menentukan, namun hal ini tidaklah mudah untuk dilakukan, mengingat kondisi perairan laut terbuka yang setiap saat menjalani perubahan tekanan udara berpengaruh pada gelombang.

Sehingga sangatlah bermanfat apabila beberapa aturan pengoperasian  mesin itu sendiri menggunakan nilai patokan yang standard.

Pemasangan Motor Tempel di Perahu/Kapal
Pemasangan motor tempel harus tepat di tengah  buritan perahu, sehingga perahu tidak miring ke kiri atau ke kanan oleh beratnya motor tempel.
1. Tinggi plat kavitasi dari garis lunas 0 – 2.5 cm













2. Kedudukan motor harus tegak lurus terhadap garis lunas













3. Untuk mencegah motor tempel jatuh ke laut saat dioperasikan clem harus dikencangkan sebaik-baiknya.


Persiapan Bahan Bakar
Bahan bakar yang digunakan adalah bensin dan oli, keduanya di campur minyak pelumas dengan perbandingan 50 : 1 (2%).










Menghidupkan Motor






































Running In
  • Saat running ini pada 10 menit pertama motor dioperasikan pada putaran motor serendah-rendahnya.
  • Katup gas dibuka setengah, motor bekerja setengah kecepatan selama 30 menit
  • Lanjutkan dengan ¾ katup gas atau ¾ kecepatan selama 1 jam
  • Pada 8 jam berikutnya motor dioperasikan full. Tetapi tidak boleh lebih dari 5 menit, setelah itu motor boleh dioperasikan secara normal.
Mengoperasikan Handel Porsneling












Berlayar Pada Air Dangkal







Mematikan Motor















Untuk menjamin agar muatan menghasilkan daya yang maksimum setelah dipasang pada perahu, maka jarak dan posisi harus dapat diperhitungkan secara tepat. Begitu juga pada masa percobaan atau sesudah masa percobaan menggunakan bahan bakar yaitu campuran bensin dan oli harus diperhatikan yaitu : pada masa percobaan 25 liter bensin di campur dengan 1 liter oli, tetapi setelah masa percobaan maka perbandingannya adalah 50 liter bensin bensin dicampur dengan 1 liter air.


Sumber : Modul Peremesinan Perikanan, BPPP Tegal

Semoga Bermanfaat...


5 komentar: