Lalaukan

Informasi dunia kelautan dan perikanan serta kegiatan penyuluhan perikanan

Showing posts with label Biofloc. Show all posts
Showing posts with label Biofloc. Show all posts

Thursday, March 20, 2014

BPPP TEGAL ADAKAN GELAR PELATIHAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

Dalam rangka meningkatkan kompetensi pelaku utama dan pelaku usaha kelautan dan perikanan, serta mendukung program – program Kementerian Kelautan dan Perikanan (Industrialisasi, Blue Economy, PUGAR, Kesetaraan Gender dan PKN) Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP)  Tegal menyelenggarakan kegiatan Gelar Pelatihan Kelautan dan Perikanan yang diikuti oleh 190 orang peserta.

Kegiatan yang diselenggarakan selama 4 hari bertempat di Kampus Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Tegal ini bertujuan untuk meningkatkan komptensi pelaku utama dan pelaku usaha kelautan dan perikanan serta menubuhkan wirausahawan baru di bidang kelautan dan perikanan.

Adapun jenis kompetensi yang dilatihkan meliputi pengolahan hasil perikanan, pembenihan ikan lele, pembesaran ikan lele di kolam tanah, pembesaran ikan lele sistem bioflok, pembenihan ikan gurame, pembesaran ikan gurame, budidaya kepiting soka, pembuatan kerajinan kulit kerang, penyemaian mangrove, pembuatan garam skala rumah tangga, pembuatan pakan ikan dan perbaikan mesinperikanan.

Pada kesempatan kali ini perekrutan calon peserta pelatihan sedikit berbeda, biasanya pihak BPPP Tegal mengirimkan surat kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota atau BP4K untuk menyediakan calon peserta, tetapi kali ini BPPP Tegal menggunakan media cetak, website BPPP Tegal, media sosial untuk mengumumkan kegiatan tersebut dan hasilnya diluar dugaan ternyata peminatnya luar biasa. Dari kuota yang ditetapkan sebanyak 190 orang tercatat pendaftar sebanyak 600 orang, sehingga dilakukan seleksi berdasarkan bidang pekerjaan yang ditekuni saat ini serta motivasi calon peserta untuk mengikuti kegiatan pelatihan ini.

Untuk mengetahui efektifitas metode perekrutan peserta serta penyelenggaraan pelatihan, pihak BPPP Tegal akan melakukan monitoring dan evaluasi 6 bulan setelah peserta mengikuti pelatihan. Diharapkan dengan mengikuti pelatihan ini maka peserta dapat meningkatkan kompetensi dibidang usahanya atau dapat menjadi wirausahawan baru dibidang kelautan dan perikanan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya serta membuka lapangan pekerjaan baru dibidang kelautan dan perikanan.

Direncanakanpada akhir pelaksanaan pelatihan yakni pada hari Minggu tanggal 23 Maret 2014 akan dilakukan gelar produk hasil pelatihan yang dapat dihadiri oleh masyarakat umum dengan tujuan dapat lebih menarik minat masyarakat untuk melakukan usaha dibidang kelautan dan Perikanan.

Semoga Bermanfaat...

Monday, March 10, 2014

Gelar Pelatihan Kelautan dan Perikanan di BPPP Tegal

Dalam rangka mendukung Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan, Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Tegal melaksanakan kegiatan Gelar Pelatihan Kelautan dan Perikanan yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 - 23 Maret 2014 di Kampus BPPP Tegal.

Selengkapnya bisa dilihat pada poster berikut :

Bagi masyarakat yang berminat untuk mengikuti pelatihan bisa mendaftar langsung ke Kantor BPPP Tegal di Jalan Martoloyo PO. BOX 22 Tegal (Kampus BPPP-SUPM Tegal) atau mengirim via fax 0283-322064.

Formulir bisa didownload :
formulir pendaftaran

Thursday, October 31, 2013

Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem BIOFLOC (Bagian 4, Perawatan Media dan Panen)

Dalam perawatan media perlu diperhatikan hal - hal berikut :

APLIKASI YEAST DAN PROBIOTIK
Ragi Tempe 1 sendok dan ragi tape 1 butir / m3 / minggu, pada saat ukuran sangkal sampai panen dosis di tambah menjadi 2x lipat/ 2butir / m3 / minggu 
Aplikasi 1 minggu sekali bersamaan dengan probiotik dan molase pada waktu pagi hari pada kondisi puasa. 
Dari banyaknya kegagalan saat aplikasi molase pada sistem biofloc yang disebabkan kurangnya aerasi dan perubahan pH, maka diperlukan inokulan bakteri yang tidak membutuhkan oksigen sehingga kebutuhan oksigen untuk bakteri dapat ditekan. Konsorsium bakteri yang semakin banyak akan membuat keragaman bakteri menguntungkan dalam kolam semakin banyak sehingga populasi bakteri menguntungkan semakin kuat dalam bersaing dengan bakteri yang merugikan (bakteri pembusuk dan bakteri pathogen). Dari Kelompok jamur (yeast)  bisa digunakan Ragi yang mikrobianya sangat efektif digunakan untuk menyerap amonia dan tidak membutuhkan oksigen dalam bekerjanya.

TEKNIK PERGANTIAN AIR

  • Situasional, selama ikan merasa nyaman sehat air tidak perlu diganti.
  • Pergantian air Maksimal 30%, untuk menghindari goncangan media yang dapat menyebabkan ikan stress dan mengalami penyusutan berat badan.
  • Air yang diganti lapisan paling bawah, kualitas  air bawah rendah dengan kandungan amonia dan nitrit tinggi.
  • Pergantian dengan cara sirkulasi, untuk menghindari Perubahan yang ekstreem dan   membuat ikan stress.
  • Penerapakan teknologi biofloc 2, tidak berarti tanpa buang air sama sekali. Akan tetapi bila bisa memanfaatkan secara baik terhadap biofloc yang terbentuk, maka pergantian air dapat diminimalkan. Pemberlakuan puasa pada saat tertentu, sangat membantu dalam pengelolaan kualitas air. Hal ini akan memberikan kesempatan bagi ikan untuk memanfaatkan biofloc sebagai makanan tambahan yang sudah tersedia secara alami dalam kolam. Sehingga kepekatan biofloc dapat terjaga, tidak terlalu pekat sehingga mengurangi kebutuhan air untuk sirkulasi. Ikan, memiliki kemapuan yang berbeda terhadap kepekatan floc di dalam air. Ikan lele merupakan ikan yang cukup tahan dengan kondisi kepekatan floc yang tinggi. Karena ikan ini masih bisa bertahan dengan baik dengan kondisi volume floc yang mencapai 15% (150 cc dalam 1 liter air media). Namun, disarankan agar pemberlakuan puasa / pengurangan pemberian pakan sudah dilakukan sejak ketebalan floc kurang dari 5 % (50 cc per liter air).
  • Pengaruh kepekatan biofloc dalam air kolam akan memberikan pengaruh pada konsumsi oksigen. Disamping itu juga akan memberikan pengaruh pada pernafasan ikan. Oleh karena itu, pergantian air tetap diperlukan untuk mengurangi kepekatan biofloc dalam air kolam. Untuk membuang endapan dalam kolam sangat dibutuhkan pergantian air. 


AIR SEHAT 
Warna cerah, tidak terlalu pekat, tidak berminyak 
Perilaku ikan : aktif bergerak, nafsu makan tinggi, pada saat siang hari ikan berada didasar kolam 
Air tidak berbau → bau asam amino 


AIR TIDAK SEHAT 
Warna kusam, pekat, permukaan berminyak 
Akibat dominasi Blue Green Algae 
Perilaku ikan : gerakan lamban, menggantung dipermukaan atau pinggir kolam, nafsu makan kurang 
Bau menyengat → amoniak atau anyir

APLIKASI KAPUR DOLOMIT
Pengapuran berfungsi untuk mempertahankan/ menaikkan pH air dan alkalinitas (buffer pH). Disamping itu dapat berfungsi mengikat karbondioksida dalam air, mengurangi/ menghilangkan bau asam dan bau kentut serta menyediakan mineral Ca dan Mg. 
Kapur Dolomit
Pengapuran dapat dilakukan seminggu sekali. Waktu aplikasi terbaik adalah malam hari. Jenis kapur yang bisa diaplikasikan antara lain : kapur pertanian, dolomit di berikan seudah aplikasi  probiotik,molase&ragi dosis 150-200 gram. 

PEMILIHAN BENIH UGGUL
o Benih dari induk yang unggul 
o Benih sehat, gerak aktif dan lincah 
o Ukuran sama 
o Dari satu induk yang sama (kecepatan tumbuh sama) 
o Warna seragam 
o Organ lengkap 
o Bentuk proporsional 
o Benih dari pembenih/ hatchery yang terpercaya 
Benih Ikan Lele

TEKNIK PEMANENAN
Persiapan sebelum panen
Satu hari mejelang panen sebaiknya ikan dipuasakan, ini bertujuan untuk mengurangi stress pada ikan lele, sehingga resiko kematian akan lebih aman/ sedikit.

Perawatan kolam pasca panen
Setelah panen sebaiknya kolam segera dibersihkna sebersih mugkin, sehingga tidak menimbulkan bau yang tidak enak karena telah dipakai untuk budidaya (amis, dlsb).

Semoga bermanfaat....

Sumber : Modul Pembesaran Ikan Lele Dengan Sistem Biofloc P2MKP Mina Pantura

Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem BIOFLOC (Bagian 3, Manajemen Manajemen Pakan)

MANAJEMEN PAKAN

1.  Pemilihan pakan yang naik dan berkualitas

  • Pakan berkualitas (referensi dari pembudidaya yang sudah mencoba) dan ketersediaan di wilayah sekitar (efisiensi biaya transportasi), pemilihan produk didasarkan pada bukti.
  • Ukuran pakan disesuaikan dengan bukaan mulut ikan, dengan tujuan pertumbuhan ikan rata (racak)
Pakan Ikan Berbagai Ukuran

2.  Fermentasi pada pakan
Fermentasi pakan dengan probiotik 5 cc/ kg pakan, selama 2-3 hari, ditutup untuk menghindari kontaminator.

3.  Teknik pemberian pakan
  • Porsi makan 80% dari daya kenyang, disediakan ruang dilambung untuk produksi enzym-enzym pencernaan. Diharapkan efisiensi pakan 100% terserap sempurna.
  • Ikan lele memiliki kodrat mulutnya lebar selebar badan / kepalanya. filosofinya ikan ini rakus makan. ikan akan makan sampai lambungnya penuh. nah bayangkan kalo lambung sudah penuh kemudian pakan mengembang.. apa jadinya?
    perut/pencernaan akan membengkak, mungkin juga luka. selanjutnya bakteri dalam pencernaan menyerang. biasanya penyakit perut bengkak/kembung karena infeksi bakteri Edwardsiella sp. bakteri ini susah diberantas tuntas karena membentuk cysta.
  • Efek lain kalau kekenyangan ikan akan terdiam, hati-hati bila terjadi sesuatu yg mengejutkan ikan akan muntah, efeknya air akan rusak dan ikan akan keracunan.
  • Efek yang lain lagi kalau ikan diam menggantung parasit akan mudah menyerang (hati-hati bila timbul bintik putih, atau bintik merah) maka akan terjadi kematian yang lumayan banyak. cegahlah selagi bisa dgn menerapkan pemberian pakan yg secukupnya saja (80% dari kekenyangan ikan). disamping efisien pakan juga hemat.
  • Frekuensi pakan sesuai dengan metabolisme ikan 2 x sehari, metabolisme ikan berkisar 8 jam, bila waktu pemberian pakan 7 pagi dan 5 sore. Maka ada rentang waktu 2 jam untuk istirahat organ-organ pencernaan, dengan tujuan organ pencernaan tetap sehat, ikan pun sehat. (untuk pakan benih    PF-800/ PF-1000 bisa 3 x sehari tergantung cuaca dan musim)
  • Pakan difermentasi menggunakan probiotik EBS Pro untuk menghasilkan enzim : protease, amilase, lipase dan cellulose. Sistem ini meringankan kerja dari organ pencernaan 30%, dan membantu pemotongan rantai panjang pada protein dan lemak.
  • Rutinitas sesuai jam biologis/ naluri (tepat waktu), pemberian pakan yang berubah-ubah jelas mengganggu/merusak jam biologis makan ikan.
  • Teknik pergantian pakan, pergantian pakan sangat berpengaruh pada tingkat keseragaman ukuran ikan. Pada saat pergantian pakan sebaiknya di mix/campur dengan ukuran pakan pengganti.
  • Program puasa 1 x makan setiap minggu, bertujuan untuk memberikan kesempatan pada organ pencernaan untuk istirahat. Teknik ini terbukti efektif dan tidak menganggu daya tumbuh ikan.
  • Pengurangan porsi makan hingga 30%, bila sudah terbentuk substrat/ polymer/ biofloc yang terjadi bila porsi pakan mencapai 500 kg/ hari/ hektar.
Lanjut di Bagian 4.....
Sumber : Modul Pembesaran Ikan Lele Dengan Sistem Biofloc P2MKP Mina Pantura

Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem BIOFLOC (Bagian 2, Manajemen Air)

A. APLIKASI PROBIOTIK
Dosis Probiotik adalah 5 ml/ m3. Air dikondisikan 7-10 hari. Aplikasi setiap 1 minggu sekali 5 ml / m3.
Probiotik

B. APLIKASI TETES TEBU/ MOLASE
Dengan penambahan Molase 10 ml/ m3 dan Aerasi menjadikan Populasi bakteri pendukung (dekomposer)mendominasi media.

Molase
Molase atau tetes, digunakan sebagai sumber energi bagi mikroba agar perkembangan mikroba dalam air kolam dapat berkembang secara baik. Disamping itu, dengan penambahan molase maka penyerapan amonia oleh bakteri menjadi lebih baik. Pengguaan molase pada teknologi biofloc sangat lazim. Penambahan molase pada penerapan teknologi biofloc selain sebagai energi bagi mikroba, juga memiliki tujuan untuk meningkatkan nilai C/N ratio pada media. Bila C/N ratio di bawah 10 maka bakteri akan menggunakan N dari N-organik (seperti protein, asam amino, urea, dll). Bila C/N ratio 20 atau lebih maka bakteri akan menggunakan N-anorganik (amonia, nitrat). Dan bila C/N ratio antara 10 – 20 maka bakteri akan menggunakan kedua-duanya.

Penggunaan molase disesuaikan dengan komposisi pakan yang digunakan. Untuk protein yang lebih tinggi maka kebutuhan molasenya semakin banyak. Dosis 10 ml / m3.

C. APLIKASI YEAST/ RAGI
Ragi Tempe 1 sendok dan ragi tape 1 butir / m3 / minggu, pada saat ukuran sangkal sampai panen dosis di tambah menjadi 2x lipat/ 2butir / m3 / minggu. Aplikasi 1 minggu sekali bersamaan dengan probiotik dan molase pada waktu pagi hari pada kondisi puasa.
Dari banyaknya kegagalan saat aplikasi molase pada sistem biofloc yang disebabkan kurangnya aerasi dan perubahan pH, maka diperlukan inokulan bakteri yang tidak membutuhkan oksigen sehingga kebutuhan oksigen untuk bakteri dapat ditekan. Konsorsium bakteri yang semakin banyak akan membuat keragaman bakteri menguntungkan dalam kolam semakin banyak sehingga populasi bakteri menguntungkan semakin kuat dalam bersaing dengan bakteri yang merugikan (bakteri pembusuk dan bakteri pathogen). Dari Kelompok jamur (yeast)  bisa digunakan Ragi yang mikrobianya sangat efektif digunakan untuk menyerap amonia dan tidak membutuhkan oksigen dalam bekerjanya.


Lanjut di Bagian 3.....

Sumber : Modul Pembesaran Ikan Lele Dengan Sistem Biofloc P2MKP Mina Pantura

Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem BIOFLOC (Bagian 1, Persiapan Media Kolam)

Peluang pengembangan usaha perikanan bidang penangkapan ikan sejak tahun 2004 mulai mengalami stagnasi karena over fishing. Untuk menutupi kekurangan produksi ikan dan terus meningkatkan konsumsi ikan, maka Kementerian Kelautan Melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya mengambil kebijakan untuk melakukan revitalisasi bidang budidaya perikanan. 

Visi dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya yaitu Perikanan Budidaya sebagai sumber pertumbuhan ekonomi andalan melalui sistem usaha budidaya yang berdaya saing, berkelanjutan dan berkeadilan. Untuk dapat mencapai visi tersebut, maka salah satu kebijakan yang mendukung adalah pengembangan kawasan pembudidayaan di air tawar, payau dan laut yang berbasis IPTEK sesuai daya dukung lahan dengan tetap menjaga kelestarian sumberdaya ikan dan lingkungan hidup guna mewujudkan sistem usaha budidaya yang berdaya saing, berkelanjutan dan berkeadilan.

Dalam pencapaian visi tersebut, terdapat banyak kendala yang dihadapi baik kendala internal maupun eksternal. Dan salah satu kendala yang menjadi awal dari kurangnya produksi ikan budidaya adalah belum banyak dikuasainya teknik pembenihan ikan. Dengan dikuasainya teknik pembenihan, maka stok benih melimpah dan akan dapat mendorong peningkatan produksi ikan konsumsi yang kurang maksimal perkembangannya karena kurangnya stok benih.

Perikanan budidaya air tawar memiliki peluang pengembangan produksi yang sangat besar jika didukung dengan peningkatan produksi benih. Untuk itu perlu adanya intensifikasi usaha pembenihan secara terintegrasi untuk merealisasi peningkatan produksi tersebut. Namun demikian, peningkatan produksi benih tersebut harus tetap mengacu pada Good Management Practice (GMP), dan untuk dapat mencapai GMP, pembesaran harus menerapkan standar Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).

Mengingat vitalnya peran dari pengetahuan dan ketrampilan pembenihan ikan yang sesusai dengan CBIB, maka disusunlah bahan ajar ini agar dapat mengarahkan pada para pelaku usaha budidaya ikan lele pada CBIB. Sehingga target pengembangan dan pencapaian visi dari direktorat jenderal perikanan budidaya dapat tercapai.

A. PEMBUATAN KOLAM PORTABLE
Teknik Pembuatan saluran pembuangan (Outlet)
Pertama kita bersihkan dahulu pekarangan/ lokasi untuk pembuatan kolam dengan desain kemiringan diletakkan pada bagian paling tengah (pusat), dengan kemirigan  + 10 cm, ini bertujuan agar endapan dapat mengumpul pada satu titik, sehingga pada titik tersebut akan ada semburan aerasi, sehingga tidak akan terjadi pegendapan kotoran.
Setelah itu pasagan paralon dengan dari sumbu ke pinggir/ batas luar kolam dan keduanya dipasang knee dan di lem dengan lem paralon, posisikan paralon agar tidak sejajar atau menjorok keluar area kolam agar air dapat terbuang semua. Kemudian ratakan dengan tanah kembali.
Saluran pembuangan
Teknik pemasangan wiremesh
Setelah pembuatan saluran pembuangan selesai selajutnya kita memasang besi wiremes yang berfungsi untuk menyangga terpal, mula-mula besi kita potong sesuai ukuran, kemudian kita satukan sehingga menjadi bentuk bulat, pada pertemuan besi wiremesh tersebut kita satukan dengan cara kita ikatkan salah satu besi dengan sehigga akan menyatu dengan kuat.
Selanjutya kita pasang penutup bagian dalam wiremesh dengan karpet talang kita ukur sesuai kebutuhan dan kita pasang di dalam besi wiremesh kemudian kita ikat dengan kawat bendrat agar tidak lepas, ini bertujuan untuk menghindari benjolan-benjolan yang diakibatkan oleh air ketika kolam sudah diisi oleh air.

Besi Wiremesh
Teknik Pemasangan terpal GM
Selanjutya, kita pasang terpal dengan langsung kita posisikan dari tegah, atau dicari sumbu tegahnya sehingga akan lebih mudah dan akan sesuai yang kita harapkan, kemudian pelan-pelan kita buka sehigga menutupi semua area wiremesh, setelah wiremesh terpasang dengan rapi kemudian langkah selajutnya yakni membuat lubang  pembuangan yakni dengan cara menyobek menggunakan silet/ cutter pada bagian atas knee pembuangan, kemudian kita masukkan paralon yang sudah kita lubangi dan diberi penutup.

Besi Wiremesh yang sudah dipasang terpal
B. PEMASANGAN AERASI

Teknik instalasi aerator
Aerator berfungsi selain sebagai penyuplai oksigen di media (air) aerator ini juga berfungsi sebagai alat pegadukan yang sangat dibutuhkan dalam sistem budidaya Biofloc 2 ini, didalam sistem ini pegadukan dan penambahan oksigen ke media sangat berpegaruh pada pembetukan floc.
Pada dasarnya instalasi aerator sangatlah mudah, pertama kita siapkan aerator kemudian dipasang saluran outlet kemudian kita pasang selang sesuai kebutuhan pada kolam kita, selajutnya lubang output aerator yang tidak terpakai kita tutup menggunakan selang yang kita potong dan kita satukan dengan lubang yang tidak terpakai sebelahnya atau dengan cara kita bakar salah satu ujung selang sehingga akan tertutup salah satu lubangnya.

Aerator
Teknik instalasi airstone
Airstone ini berfungsi sebagai pemecah oksigen agar dapat terurai menjadi kecil/ lembut keluarannya, sehingga oksigen yang akan terlarut semakin sempurna, pemasangan airstone kita hanya tinggal memasangkan airstone dengan selang yang sudah terhubung dengan aerator.
Batu Aerasi (Airstone)
Teknik penempatan airstone
Penempatan airstone hendaknya diletakan pada area tengah kolam bundar, sehingga pengadukan dapat lebih sempurna dan menyebar ke segala penjuru.

Penempatan batu aerasi

Lanjut di Bagian 2.....

Sumber : Modul Pembesaran Ikan Lele Dengan Sistem Biofloc P2MKP Mina Pantura